knock knock

“Boy: Close your eyes. What do you see? Girl: Nothing. Boy: That’s what my world would be without you.”
-_-

R : Hei :)

Me : Hei juga :)

R : Lagi apa?

Me : Lagi tidur-tiduran aja, kamu?

R : Biasa jelek, lagi belajar, hehe.. kamu belajar juga atuh :)

Me : .............

“Selamat pagi untukmu. Yang tak jengah melengkungkan pelangi di jelaga mataku. Dalam dekat, dalam jarak.”
— Moammar Emka
Happy Wedding Anniversary Umi & Abi ♥♡

Senin, 26 Desember 2011. hari ini adalah hari yg paling bersejarah bagi Umi dan Abi. Why? Because the day is Umi and Abi’s anniversary yg genap 20 tahun! :D jujur gw salut dan kagum sama mereka. Mereka ga pernah berantem di depan anak-anaknya, mereka selalu jujur di depan anak-anaknya, mereka selalu romantis di depan anak-anaknya, mereka selalu nunjukin yg terbaik buat anak-anaknya. Mungkin emg pernah ada sedikit cekcok di antara keduanya, tp mereka ga pernah nunjukin di depan anak-anaknya kalo mereka lg ada masalah. Mereka pengen anak-anaknya tau kalo mereka ga ada masalah. Suatu ketika temen gw (okay sebut aja namanya Bunga) pernah curhat sama gw kalo di rumahnya itu suasananya selalu muram. Apalagi kalo orang tua Bunga lg ada cekcok. Gelas, sendok, garpu, handphone bisa melayang d depan Bunga dan adiknya. Gw ga habis pikir orang tua seperti orang tuanya Bunga itu maunya apa sampai mereka bersikap terang-terangan seperti tidak berpendidikan di depan anak-anaknya. Secara tidak langsung mereka memberi contoh yg tidak baik buat anak-anaknya. Ada sebuah peribahasa: Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, perilaku anak tidak akan jauh dari perilaku orang tuanya. Di situlah gw merasa bersyukur sama Allah SWT bisa memiliki orang tua yg sangat baik, mengajarkan agama sedari kecil, bisa menjaga emosi ketika mereka berselisih pendapat, saling mengisi satu sama lain, saling mengayomi, dan memberikan contoh yg baik untuk anak-anaknya.

Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam selalu memberi motivasi kepada para orang tua dalam hal menyayangi anak-anak, hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Anas, ”Bahwa suatu ketika ada seorang perempuan datang ke rumah ’Aisyah Radhiyallahu’Anha lalu ’Aisyah memberikan tiga butir kurma kepadanya. Lalu perempuan itu memberikan masing-masing anak sebutir kurma sehingga ia menyisakan sebutir kurma untuk dirinya. Lalu kedua anak itu masing-masing memakan kurmanya sambil memandang kepada ibunya. Kemudian ibunya mengambil kurma itu dan membelah mejadi dua lalu ia berikan kepada masing-masing anak separuhnya. Kemudian datanglah Nabi Shallallahu’Alaihi wa sallam, lalu beliau diceritakan ‘Aisyah Radhiyallahu’Anha. Setelah itu beliau bersabda, ”Sungguh apa yang dilakukan perempuan itu membuat kamu terpesona. Semoga Allah mengasihi dia karena kasih sayang dia kepada kedua anaknya yang masih kecil.” (HR. Bukhari)
Dalam sebuah sabda Rasulullah SAW, yang diriwayatkan oleh Ath-Tirmidzi, dari Ayyub bin Musa dari kakeknya: Dari Sa’id bin Ash, Rasulullah bersabda, “Tidak ada pemberian yang lebih utama seorang ayah kepada anaknya selain budi pekerti yang baik.”

Menjadi seorang Ayah terkadang dirasakan bukan menjadi satu hal yang sederhana, karena selain dihadapkan pada tanggung  jawab memberikan kesejahteraan pada keluarga, sang ayah juga dituntut untuk memiliki kesadaran akan kewajibannya dalam mendidik anak. Dan menjadi ibu tidaklah semudah yang dibayangkan, karena ia memiliki tanggung jawab besar pada pekerjaannya, seperti mengurus suami, melakukan pekerjaan rumah tangga, dan pastinya harus memberikan cintanya tanpa batas untuk anak-anaknya.

Untuk Umi Abiku tersayang, yang telah merawat dan memberikan kasih sayang berlimpah padaku, tiada yang kuinginkan bagi kalian selain kebaikan dan keselamatan dunia akhirat. Semoga Allah menyelamatkan kita dan keluarga kita dari api neraka yang bahan bakarnya dari batu dan manusia, serta mengumpulkan kita di dalam Jannah-Nya. Aamiin….

Happy wedding anniversary Umi & Abi